Plaosanwisata paket wisata jogja artikel pandemi Corona

Pandemi Corona dan Wisata Yogyakarta

Posted on | 2 Comments

Virus Corona pertama kali diidentifikasi di Cina pada tanggal 31 Desember 2019. Organisasi kesehatan dunia, WHO (World Health Organization) memberi nama untuk penyakit yang ditimbulkan oleh virus Corona dengan nama COVID-19.

“Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu Covid-19,” kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, seperti dikutip AFP, Selasa (11/2/2020). Tedros menjelaskan Covid-19 yaitu singkatan dari ‘Co’ yang artinya ‘corona’, ‘Vi’ untuk ‘Virus’, dan “D” untuk ‘Penyakit (disease)’. Tedros mengatakan nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan atau sekelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan agar menghindari stigmatisasi.

Dilansir dari detik.com saat ini di Indonesia sendiri berdasarkan data terakhir pada Jumat (13/4/2020) petang, kasus positif corona di Indonesia sudah 69 orang. Sehari sebelumnya kasus positif virus Corona berjumlah 34 orang. Dengan catatan 4 orang meninggal dunia dan 5 orang dinayatakan sembuh dari COVID-19.

Saat ini untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Provinsi mengklaim bahwa D.I.Yogyakarta siap menerima wisatawan yang ingin berlibur di Jogja. Melalui surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo tertanggal 9 Maret 2020. Menyikapi kedaruratan penyebaran Virus Corona menyatakan “Yogyakarta aman dan siap dikunjungi wisatawan dengan produk wisata yang prima”. “Sekarang kami kampanye Yogyakarta aman dikunjungi. Dari kesiapan Dinas Kesehatan sudah cukup bagus,” kata Singgih, Kamis (12/3/2020).

Dalam isi surat edaran tersebut Yogyakarta dinyatakan aman lantaran berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY belum ada kasus positif Corona. Jogja disebut siap dalam menghadapi Corona dengan fasilitas kesehatan yang memadai.

Selain itu Gubernur telah mengeluarkan surat instruksi untuk peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Corona. Dinas Pariwisata juga mengeluarkan surat edaran agar industry pariwisata dan destinassi wisata menyediakan fasilitas cuci tangan dan melakukan pembersihan secara berkala. Khusus untuk wisatawan mancanegara antisipasi kata Singgih juga telah dilakukan terutama dengan adanya penerbangan langsung Jogja dari dan ke Singapura dan Malaysia.

“Dari pintu masuk sendiri di [Bandara] Adisucipto juga sangat ketat di situ ada mulai dari thermal scanner sampai thermo gun. Kalau kemudian ada kecurian hasil suhu badan tinggi diobservasi kalau perlu dirujuk,” kata dia.

Pun demikian dengan dengan jalur darat, di stasiun Tugu Yogyakarta kata Singgih juga dilakukan pemantauan dan pemeriksaan penumpang dengan menggunakan thermal scanner dan thermo gun. Jika ditemukan kecurigaan maka akan diobservasi dan dirujuk ke rumah sakit.

Saat ini kata Singgih terdapat empat rumah sakit rujukan di Yogyakarta untuk penanganan Corona. Selian itu ada 74 rumah sakit yang lain dan 121 puskesmas yang ada di Jogja yang dinilai mampu untuk melakukan penanganan awal.

Baca selengkapnya di artikel “Di Tengah Pandemi Corona, Jogja Kampanye Siap Dikunjungi Wisatawan”, https://tirto.id/eExL

 

plaosanwisata paket wisata jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate ยป
× Klik Whatsapp