Jalan malioboro plaosanwisata

5 FAKTA MENARIK SEPUTAR MALIOBORO YANG BELUM DIKETAHUI

Posted on | 2 Comments

Sugeng Rawuh, Dulur Plaosan…

             Yogyakarta  memang tidak ada habisnya untuk menarik perhatian wisatawan ya dulur.  Banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi di kota gudeg ini, salah satunya adalah Jalan Malioboro. Pasti kalian semua sudah tahu dong ya tentang jalan legendaris ini, hehe. Ada pepatah yang bilang “Belum ke Jogja kalau belum ke Malioboro”. Nha sebelum mengunjungi Jalan Malioboro, alangkah baiknya Dulur Plaosan mengetahui fakta-fakta menarik yang belum diketahui berikut ini :

1. Saksi Bisu Perkembangan Zaman

           Malioboro merupakan jalan yang telah eksis melewati berbagai zaman. Maka tak heran jika kita bisa melihat perbedaan style bangunan dari beberapa tahun yang lalu. Jika kita berjalan mengelilingi Malioboro kita bisa melihat banyaknya bangunan modern nan megah seperti hotel dan mall. Kemudian kita bisa mengamati ruko-ruko yang merupakan perpapuan budaya Tionghoa. Selain itu disepanjang jalan kita disuguhkan dengan angkringan dan lesehan yang merupakan budaya Masyarakat Jogja.

2. Terdapat Bangunan Kuno yang Masih Berdiri Hingga Sekarang

            Meskipun sudah berdiri berpuluh-puluh tahun, nyatanya masih ada beberapa bangunan di Malioboro yang masih terjaga keasliannya. Kondisi bangunan tersebut beberapa ada yang rusak dan ada juga yang sudah dialihfungsikan. Bangunan Kuno yang masih kokoh berdiri hingga saat ini ialah GPIB (Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat) Margomulyo yang berdiri pada 11 Oktober 1857. Adapun bangunan cagar budaya lainnya adalah Jogja Library Center (Toko Buku Kolff Bunning Belanda), Kimia Farma (Rathkamp Drugstore), Indomaret (Juliana Drugstore), dan lain sebagainya.

3. Asal-usul “Malioboro” yang Belum Terpecahkan

            Banyak teori yang menjelaskan asal usul kata “Malioboro” diantaranya teori Bahasa Sansekerta “Malyabhara” yang artinya karangan bunga. Konon katanya Kerajaan Mataram pada saat itu memiliki tradisi kirab yang melalui Malioboro dimana sepanjang jalan tersebut berisi karangan bunga. Teori lain mengatakan bahwa “Malioboro” berasal dari dari nama Kerajaan Inggris yang bernama Duke of Marlborough yang menempati Yogyakarta pada tahun 1811-1816. Hingga saat ini masih banyak teori yang menyebutkan asal-usul penamaan “Malioboro” lho. Bagaimana menurut Dulur Plaosan? Dari semua teori tersebut  yang bener yang mana ya?

4. Garis Imajiner Keraton Yogyakarta

            Jalan Malioboro menjadi satu dengan garis imaginer Jogja yang dimulai dari Laut Selatan – Kandang Menjangan – Keraton Yogyakarta- Tugu – Gunung Merapi dimana Tugu dulunya sebagai tempat patokan Sultan Hemengkubowono untuk melakukan semedi ke arah Gunung Merapi melalui Jalan Malioboro. Garis imajiner Keraton Yogyakarta ini sendiri pada umumnya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu garis vertikal dan garis horizontal. Garis vertikal merupakan garis yang ditarik dari Tugu Yogyakarta kearah Gunung Merapi yang memiliki filosofi sebagai garis yang menghubungkan antara hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Sedangkan dari arah Tugu Yogyakarta sampai Laut Selatan adalah garis horizontal yang memiliki filosofi sebagai hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

5. Malioboro dan  Sejarah Seni Sastra Indonesia

            Siapa sangka bahwa Malioboro tumbuh menjadi pusat dinamika seni dan budaya Yogyakarta. Pada tahun 1945-1995 Malioboro merupakan basecamp dari penyair-penyair Indonesia yang kemudian berkolaborasi menulis buku berisi kumpulan puisi yang ditulis oleh 110 penyair. Dalam Antologi Puisi Indonesia buku tersebut diberi nama “Malioboro”. Jalan Malioboro juga menjadi “panggung” bagi para “seniman jalanan” denga pusatnya di Gedung Senisono. Namun daya hidup seni jalanan ini akhirnya terhenti pada 1990-an setelah Gedung Senisono ditutup. Jangan khawatir, saat ini musik jalanan di Malioboro sudah eksis lagi lho Dulur-ku. Jadi kita bisa menikmati romantisnya sudut Jogja dengan makin syahdu. Wah asyik…

Itulah beberapa fakta menarik tentang Malioboro ya Dulur Plaosan. Semoga menjadi tambahan wawasan bagi kita. Oh ya kalau berkunjung ke Jogja jangan lupa sempetin main kesini ya. Selamat liburan Dulurku 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »
× Klik Whatsapp